Equity World Futures Surabaya – Risalah rapat terbaru Federal Reserve menunjukkan sebagian besar pejabat bank sentral masih menilai kenaikan suku bunga dapat diperlukan apabila inflasi tetap berada di atas target 2%.
Lonjakan harga minyak akibat konflik Iran sebelumnya telah meningkatkan tekanan inflasi di Amerika Serikat. Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen (CPI) tahunan AS mencapai level tertinggi sejak Mei 2023, sementara indeks harga produsen (PPI) mencatat kenaikan terbesar sejak Desember 2022.
Lingkungan suku bunga tinggi biasanya kurang menguntungkan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas. Selain itu, suku bunga tinggi cenderung memperkuat dolar AS sehingga harga emas menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri.
Pergantian Ketua The Fed Jadi Perhatian Investor
Pasar juga menyoroti masa transisi kepemimpinan The Fed setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pekan lalu.
Penggantinya, Kevin Warsh yang ditunjuk oleh Trump, diperkirakan segera resmi menjabat sebagai Ketua The Fed yang baru.
Walaupun Trump sebelumnya mendorong penurunan suku bunga, kondisi konflik Timur Tengah dan tingginya inflasi membuat peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih relatif kecil.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan





0 comments: