Equityworld Trillium Surabaya – Saham jatuh pada hari Selasa karena para pedagang memperhatikan kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara (Treasury yields) yang mencapai level tertinggi dalam 16 tahun.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 360 poin, atau 1,1%. Indeks S&P 500 melorot 1,3%, dan Nasdaq Composite turun 1,6%.
Saham-saham merosot ke level terendah sesi saat imbal hasil naik lebih tinggi setelah dirilisnya survei pekerjaan bulan Agustus, yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih ketat. Survei tersebut menunjukkan ada 9,6 juta posisi pekerjaan yang tersedia pada bulan tersebut. Sementara itu, para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones sebelumnya memperkirakan hanya ada 8,8 juta pekerjaan yang tersedia.
Indeks S&P 500 turun ke level terendahnya sejak awal bulan Juni. Perusahaan Veralto dan produsen rempah-rempah McCormick & Company memimpin kerugian di indeks pasar umum pada hari Selasa, dengan saham keduanya turun lebih dari 9%. Perusahaan kapal pesiar Carnival turun 6,3%, diikuti oleh Airbnb dan Viatris yang masing-masing turun lebih dari 5%.
Imbal hasil Surat Utang Negara AS 10 tahun terakhir diperdagangkan pada 4,787%, mencapai level tertinggi sejak tahun 2007. Imbal hasil acuan ini telah melonjak dalam sebulan terakhir, seiring para pedagang menilai kemungkinan Federal Reserve yang lebih ketat dalam jangka waktu yang lebih lama. Imbal hasil Surat Utang Negara AS 30 tahun naik ke 4,891%, mencapai level tertinggi sejak 17 Oktober 2007.
baca
Equityworld Trillium Surabaya – Pemecatan Ketua DPR AS Kevin McCarthyPara investor telah khawatir akhir-akhir ini tentang kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, khawatir bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat dapat menggoyahkan ekonomi menuju resesi. Hal ini telah mendorong imbal hasil Surat Utang Negara AS mencapai level yang tidak pernah terlihat dalam lebih dari satu dekade.
sumber ewfpro.com





0 comments: